Tuhan, mungkin sedang mengajak kita bercanda..
Mempertemukan yang bukan untuk bersama..
Atau memang ini jalannya?
Dipertemukan untuk saling belajar
Belajar mencintai pilihan Tuhan-nya..
Maaf karena telah meminta mu pergi..
Karena perasaaan tidak sebercanda lawak-lawak di televisi..
Aku bahagia..
Ketika aku dan kamu masih saling bergandeng tangan,
Menari di tiap titik detik detak jam.
Tertawa ditiap pelukan.
Iya, Aku bahagia..
Tapi jika kamu tidak, Aku rela untuk tidak bahagia.
Asal kamu tidak sakit, karena aku.
Maaf karena harus mengakhiri..
Kita sama-sama tahu, Bahagia bukan selalu tentang bersama..
Jujur saja, berat rasanya..
Melihatmu melambaikan tangan,
Tepat diujung jalan.
Rasanya seperti ada yang memukul dadaku dengan godam.
Lalu ditikamkan nya belatih tajam.
Sungguh aku mencintaimu..
Tak mudah menerangkan betapa aku mencintaimu..
Serupa menjelaskan sebuah debar,
Dengan perumpama-perumpamaan yang belum pernah kita dengar.
Tapi ini adalah pilihan yang kuambil dengan sadar.
Aku sudah siap untuk sepi, untuk kesepian.
Meski kesepian belum pernah datang secepat ini.
Menggenang disepanjang jalan pulang.
Bahkan sebelum rintik pertama hujan datang.
Entah apa lagi yang harus aku tuliskan.
Wajahmu masih saja jelas tersirat dalam ingatan.
Jika setelah ini kau tertidur, lalu terbangun pada suatu sore lantas gelisah,
Begitulah yang aku rasakan bertahun-tahun,
Memikirkan bagaimana caranya mengusirmu dari ingatan.
Kenang atau Lupakanlah aku..
Sebagai apapun yang kau inginkan untuk membuatmu sedih atau bahagia.
Kenanglah aku jika ingin kau kenang,
Seperti aku mengenangmu,
Seperti pasir pantai mengenang ombak agar datang.
Meski sejenak lalu hilang.
Lupakanlah aku jika ingin kau lupakan.
Tapi sekedar mengingatkanmu, sayang..
Melupakan tak lain hanya perang melawan ingatan,
Maka demi kedamaian,
Biarlah kita bersekutu dengan kenangan.
Terimakasih..
Untuk setiap jatuh yang membangunkan ku..
Untuk setiap sedih yang membahagiakan ku..
Untuk setiap peluk dan cium.
Berjanjilah padaku, kau akan terus tersenyum.
Sebab jika ada yang tumpah dari matamu,
Seringkali hanyalah kesedihan yang tak perlu.
Ingat, aku memintamu pergi, karena rasa sayang ku padamu.
Dan bila suatu hari nanti kau merindukan aku..
Tulislah sebuah puisi..
Kelak tak akan kutangisi, apa yang semestinya pergi.
Kamis, 26 Maret 2015
"HOW"
How can i forget your love?
How can i never see you again?
There's a time and place..
For one more sweet embrace
And is it time, when it all
Went wrong..
How can i begin again?
How can i try to love someone new?
Someone who isn't you
How can our love be true?
When i'm not,
I'm not over you..
Oh, how can i forget your love?
How can i never see you again?
How can i ever know why some stay and others go?
When i don't,
I don't want you to go..
I guess i know by now
That we will meet again somehow.
Time can come and take away the pain
But i just want my memories to remain..
Time can come and wash away the pain
But i just want my mind to stay the same..
To hear your voice
To see your face.
There's not one moment I'd erase
You are a guest here now.
So baby..
How can i forget your love?
How can i never see you again?
"The Call"
It's started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word.
And then that word grew louder and louder
Til' it was a battle cry..
I'll comeback
When you call me
No need to say goodbye.
No need to say goodbye.
Just because everything's changing
Doesn't mean it's never been this way before
All you can do is try to know who your friends are
As you head off to the war.
Pick a star on the dark horizon
And follow the light..
You'll comeback
When it's over
No need to say goodbye.
You'll come back
When it's over
No need to say goodbye.
Now we're back to the beginning
It's just a feeling and no one knows yet
But just because they can't feel it too
Doesn't mean that you have to forget..
Let your memories grow stronger and stronger
'Til they're before your eyes
You'll comeback
When they call you
No need to say goodbye
You'll comeback
When they call you
No need to say goodbye..
Rabu, 18 Maret 2015
Luka
Lagu nostalgia mengalun diudara.
Menapaki tangga-tangga nada.
Menampari hatiku dengan luka-luka.
Menapaki tangga-tangga nada.
Menampari hatiku dengan luka-luka.
Langganan:
Komentar (Atom)